Postingan populer dari blog ini
Rupiah Untuk Negeri (monolog)
Tasikmalaya, 21 Februari 2014 (Arif Fathur) pray for Kelud and Sinabung Mont Ku lihat Ibu pertiwi Sedang bersusah hati Air matanya berlinang Mas intannya terkenang Hutan gunung sawah lautan Simpanan kekayaan kini ibu sedang susah Merintih dan berdoa Jeritan mataku ampai tak bernapas, melihat bayangnya yanggelisah dikala malam semakin semerawut, tanpa jasa hari yang meruang untuk hidup mereka, menopang jemaripun tak daya mereka lakukan. Saat debu mencabik-cabik kornea, disana mulai karam irama kata "menggeram" tanpa daya tubuh hilang rasa. melihat bayangan mereka kian semu, semakin sirna terhempas abu vulkanik gunung berapi. Saat bajuku tak lagi lusuh,putih merdu dipandang mata buta mereka. hanya ladang gelap rumahku disana, membuatku gundah gelisah, dilanda sepi tanpa ada teman curhatan, terlentang tidur kedinginan dan kedinginan diatas sisa-sisa hidupnya yang malang, dengan al.as kertas koran mereka kedinginan tanpa selimut tebal. Aku bagai...
Ketika Bunda Bilang Cinta
Tasikmalaya, 28 Februari 2014 Siti Nurrohmah Ketika Bunda Bilang Cinta wahai Pemilik nyawaku Betapa lemah diriku ini Berat ujian dari Mu kupasrahkan semua padaMu Alunan lagu ini membuat hati seperti terpeluk karang, betapa lemah diriku ini mengetahui apa yang disembunyikan oleh bunda selama ini. senyum hangat bunda kian menipis dan mulai terkikis. entah apa yang harus aku lakukan, haruskah aku tetap tersenyum untuk menghibur bunda ataukah harus bersedih dan meratapi rahasia bunda yang terkuak ini ? Tuhan, Baru ku sadar Indah nikmat sehat itu Tak pandai aku bersyukur Kini kuharapkan cintaMu Baru kusadar betapa egoisnya diri ini ! marah yang ingin aku lakukan pada diri ini ! egoisnya diri ini, tak menanyakan bagaimana kabar kakak, ayah, dan Bunda setiap hari aku menyesal karena aku tak pandai bersyukur dengan nafas ini aku masih bisa menikmati cinta keluarga yang utama Bunda. Ya ilahi, tanpa tahu malu kuharapkan cintaMu dan cinta Bunda....
Komentar